Tim Polres Pidie mengejar Pekerja Tambang Emas Ilegal di Tangse

Minggu, November 5th 2017. | Aceh, News

Pemilik modal bernama Tengku menyuplai dana termasuk menyewa beko dari Iwan selama 200 jam bekerja.

 Tambang Emas Cot Kuala, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie

Tambang Emas Cot Kuala, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie

Beureunuen.com – Kecamatan Tangse, Mane, dan Geumpang, Kabupaten Pidie, tampaknya mulai direspons masyarakat, terutama penambang emas tradisional. Sejak beberapa waktu terakhir, masyarakat setempat bersama pendatang dari sejumlah kabupaten, seperti Aceh Barat dan Aceh Jaya, berduyun-duyun ke Gunung Geumpang untuk berburu logam mulia tersebut.

Anggota Tim Polres Pidie mengejar pemberi modal dan pemilik alat berat jenis beko (eksavator) yang melakukan ativitas tambang emas liar di aliran sungai kawasan hutan lindung Cot Kuala, Geumpang Kabupaten Pidie.

Menurut kutipan http://aceh.tribunnews.com, polisi sudah mengidentifikasi nama seorang pemilik modal yaitu Hamdani alias Tengku (40), warga Kecamatan Mila. Sedangkan pemilik beko bernama Iwan (38), warga Gampong Jurong Anoe, Kecamatan Padang Tiji serta pengawas lapangan bernama Saiful (45) warga Gampong Beungga, Kecamatan Tangse. Ketiga warga Kabupaten Pidie ini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) piha kepolisian Polres Pidie.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Syamsul, Sabtu (4/11) mengatakan, pemilik modal bernama Tengku menyuplai dana termasuk menyewa beko dari Iwan selama 200 jam bekerja.

Polres Pidie

Polres Pidie

 

“Kita belum mengetahui besaran dana sewa beko karena pemilik modal dan pemilik beko masih kita buru. Beko dibawa ke lokasi tambang liar melalui hutan lindung dan melintasi Krueng Cot Kuala saat air sungai dangkal,” sebutnya.

Ia mengatakan, saat ini tercatat tiga dari sembilan penambang emas liar menggunakan beko masih dikejar polisi, yaitu Tengku, Iwan, dan pengawas lapangan bernama Saiful.

Saat penangkapan ketika operasi penertiban oleh tim gabungan, ketiganya tidak di lokasi tambang. Penertiban dilakukan tiga mulai pada Selasa (31/10) hingga Kamis (2/11) di hutan lindung Tangse, Mane, dan Geumpang.

Tim gabungan yang terlibat dalam operasi berasal dari Polda Aceh, Polres Pidie, TNI dan dinas terkait. Waktu itu tim hanya menangkap enam buruh tambang dan satu beko yang sedang mengeruk tanah bercampur kerikil di pinggir sungai. Keenam buruh tambang itu digelandang ke Mapolres Pidie bersama alat bukti beko. “Peralatan lainnya seperti mesin pompa air, ayak, dan kamp buruh dibakar di lokasi tambang liar,” pungkasnya.

Menurut Syamsul, enam buruh tambang emas yang ditangkap bernama Muhammad Handoko (33) operator beko, warga Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Berikutnya, Umar bin Muhammad (28) kernet beko, warga Gampong Dayah Peudaya, Kecamatan Padang Tiji, Fadli bin Abdullah (42) warga Gampong Blang Dhot, Zulfahnur bin Abdullah (21) warga Gampong Pulo Baro, dan Munawir bin Anwar (32) warga Gampong Pulo Mesjid 1, dan T Bustami bin T Jamaluddin (33) warga Gampong Pulo Sejahtera. Mereka ditangkap di kawasan hutan lindung Cot Kuala, Selasa (31/10) sekira pukul 13.30 WIB.

Buruh tambang emas liar itu bekerja memisahkan emas sebesar biji cabai dari tanah yang dikeruk menggunakan beko. Tanah di pinggir sungai itu digali beko sedalam 20 meter. Tanah itu ditumpuk yang kemudian diayak-ayak. Tanah tebing sungai juga dirusak sekitar lima meter.

Jarak aktivitas tambang liar yang menggunakan beko dengan aktivitas tambang liar lainnya sekitar 500 meter. Menurut polisi, kesembilan warga yang melakukan aktivitas tambang liar terlibat tindak pidana melanggar pasal 158 juncto pasal 36 juncto pasal 37 juncto pasal 40 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto pasal 89 ayat (1) huruf A dan huruf B Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Perusakan Hutan juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “Ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara,” demikian Kasat Reskrim Polres Pidie.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com

tags: , , , ,